Kamis, 09 September 2010

Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, Cicit Sesepuh Tapos


Berbahagialah para penduduk asli keturunan Tapos Depok karena ternyata masih berkaitan dengan keturunan kerajaan Mataram Islam pertama yang didirikan oleh Kanjeng Panembahan Senopati ing Mataram berkedudukan di Kotagedhe Mataram Yogyakarta, Makam keramat Kebayunan adalah peristirahatan terakhir dari Kanjeng Ratu Pembayun putri sang Panembahan Senopati maka disebutlah "kebayunan" oleh para pengikutnya, Claim ini sekaligus menolak anggapan bahwa makam tersebut adalah makam Syech Bayannilah karena syech Bayanillah adalah guru dari Prabu Kian Santang dan Nyi Subang Larang di Mekkah, Ratu Pembayun juga dikenal di Banten sebagai putri Maulana Hasanuddin, tetapi makamnya ada di kompleks makam kerajaan Banten, demikian juga dengan Ratu Pembayun putri Sunan Gunung jati yang makamnya ada di Kompleks makam Cirebon, Mengapa sang Ratu Pembayun bisa sampai ke Tapos Depok, karena peristiwa wafatnya sang suami Ki ageng Mangir yang tragis karena dibunuh oleh sang ayah Panembahan Senopati, jiwa kebangsaan Ratu Pembayun terlihat saat ia dan anaknya Bagus Wanabaya terlibat dalam peperangan Jepara- Batavia tahun 1618 dengan kemenangan Mataram , saat itu juga Ratu Pembayun hijrah ke Tapos Depok dalam rangka mendekati Batavia tempat para Kompeni membangun benteng, Pembayun yang juga menjadi sahabat Pangeran Jayakarta bersumpah setia untuk tetap memerangi penjajah Belanda.Disamping foto imaginer yang dilukis oleh Basuki Abdulah yang juga trah Mangir, penulis menampilkan juga foto cucu-cicitnya yaitu Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, Putri Raja dan Gubernur Propinsi DIY Hamengkubuwono ke X, maka kalau ada warga Tapos Depok berkunjung Yogyakarta jangan lupa mampir ke Kraton Yogyakarta, insyaallah nenek moyang warga Tapos ada di kraton Mataram Yogyakarta. Katur dumateng GRAy Ratu Pembayun : Nyuwun idzin amargi masang foto, mugi dados kesaenan kaliyan majuning kecamatan Tapos Depok Jawa Barat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar